Categories
Baca Tips

Tips Mengajarkan Anak Membaca

Banyak keluarga yang binggung menentukan kapan sebaiknya anak mulai belajar untuk membaca. Ada yang berpendapat bahwa untuk mengajarkan anak membaca dapat dimulai saat Sekolah Dasar (SD) dan ada juga yang berpendapat saat di Taman Kanak Kanak.

Hasil riset Dr Julia Carroll dan Anna Cunningham dari Departemen Psikologi University of Warwick menunjukan bahwa anak yang diajarkan membaca saat berusia 7 tahun memiliki kecepatan belajar yang sama seperti anak berusia 4 tahun.

Hasil riset tersebut juga menunjukan bahwa anak-anak yang lebih muda sedikit lebih baik dalam mengeja daripada anak-anak yang lebih tua. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih tua tidak selalu lebih cepat belajar membaca dan mengajarkan anak membaca pada usia 4 tahun dinyatakan cukup efektif.

Untuk menumbuhkan minat anak untuk belajar membaca, bunda dapat melakukan hal-hal berikut ini.

Tips mengajarkan anak membaca

1. Membacakan Dongeng

Dongeng merupakan cara terbaik menstimulasi anak untuk belajar membaca. Dongeng juga merupakan sarana terbaik bagi anak untuk belajar mendengar, menambah perbendarahaan kata, dan mengembangkan imajinasi mereka.

Bunda dapat memilih buku-buku dongeng yang bermutu dan pantas buat dikonsumsi anak-anak. Pilihlah cerita yang menarik dan memiliki gambar penuh warna sehingga anak-anak pun akan penasaran dengan gambaran peristiwa dalam dongeng tersebut. Gaya dan expresi bunda dalam membaca dongeng juga perlu diperhatikan, dengan begitu anak-anak pun akan tertarik untuk mendengarkan dan membaca buku.

2. Memasang Poster Tulisan Bergambar

Bunda dapat mengajarkan anak membaca dengan membuat sebuah poster bergambar dan menempelkannya di dinding kamar tidur sang buah hati. Gambar bisa menyesuaikan dengan tokoh favorit buah hati bunda.

Bila buah hati anda nge-fans dengan Spongebob. Mintalah sang buah hati untuk menggambar Spongebob, dan meminta anak mendeskripsikan gambar tersebut. Misalnya, “Spongebob sedang berenang.” Dan jangan lupa menempelkan poster tersebut di kamar tidur sang anak, supaya setiap hari mereka bisa melihat dan membacanya.

3. Memberikan Hadiah Sebuah Buku

Tanamkan di dalam hati anak bahwa buku adalah benda yang sangat berharga dan besar nilainya. Agar anak bisa lebih mencintai dan menghargai sebuah buku, bunda dapat menjadikan buku sebagai hadiah di hari special. Misalnya, sebagai kado ulang tahun dan jangan lupa membungkus kado tersebut dengan hiasan-hiasan yang menarik.

Jika perlu, bunda dapat menganggarkan buku kedalam daftar keuangan untuk pendidikan anak agar hadiah buku menjadi kebiasaan yang baik untuk keluarga.

4. Menjadi Teladan Membaca

Jadilah teladan yang baik dalam membaca buku sebelum bunda mengajarkan anak membaca. Tanyakan pada diri bunda sendiri,”Sudahkah aku gemar membaca buku?” [Sumber]

Categories
Calistung SD

Tanda-Tanda Anak Siap Masuk SD

Foto: Tablod Nakita

Berikut tanda-tanda anak siap masuk SD:

  • Kemampuan motorik halus.

Anak bisa menulis sesuai dengan kemampuan usianya, menulis di buku, menggunting sesuai arahan guru, mengelem, menjahit dengan tali rafia, dan mampu mengikuti atau memindahkan tulisan (meniru).

  • Kemampuan motorik kasar.

Anak mampu baris-berbaris, dapat duduk tenang, rileks, bisa menempatkan posisi tubuhnya. Ketika bermain juga mampu memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Berjalan dan berlari dengan baik.

  • Kemampuan kognitif.

Anak dapat membaca kata-kata sederhana “i-bu”; dikte sederhana seperti, “satu”, “a”, “b”. Kemampuan ini harus dikuasai karena sebagian besar sekolah dasar menuntut anak bisa membaca dan menulis secara sederhana. Begitu pun kemampuan matematika (mampu menghitung sederhana, minimal sampai 20), baik penjumlahan atau pengurangan.

  • Kemampuan sosial emosional.

Antara lain, anak sudah mandiri: mampu mengurus dirinya sendiri, mengambil makanan sendiri, membuka sepatu, bermain dengan teman, bisa menerima guru siapa saja, tidak pilih-pilih guru atau teman. Anak pun siap bermain dengan teman, artinya kalau ada temannya usil harus mampu mengatasi, mampu mengatakan mau/tidak mau saat melakukan/disuruh sesuatu. {Sumber}

Categories
Baca Tips

Kemampuan Membaca Anak Bukan Proses “Sim Salabim”

Belajar membaca bukanlah proses yang sekali berjalan langsung berhasil. Proses ini menempuh sejumlah tahapan hingga akhirnya bisa membaca sendiri dan lancar.  Waktu yang terbaik bagi anak untuk mulai belajar membaca adalah sejak usia dini, biasanya ketika mereka memasuki usia pre school. Ini adalah waktu terbaik di mana mereka mampu untuk mulai membangun kemampuan dasar dalam membaca.
Berikut ini adalah tahap-tahap dalam belajar membaca:

1. “Pre-reader” dan pembaca pemula
– biasanya suka melihat-lihat buku dan mulai suka untuk membacanya;
– sering berperilaku seperti layaknya seorang yang sedang membaca, misalnya memegang buku dan berpura-pura seolah sedang membacanya;
– belajar tentang kata-kata dengan melihat buku bergambar dan bermain dengan blok-blok yang ada gambar huruf, dan lain-lain;
– belajar tentang kata-kata melalui lagu, sinyal traffic lights, dan logo yang ada di kemasan produk makanan;
– belajar bagaimana teks bekerja, misalnya, di mana sebuah cerita dimulai dan berakhir di proses pencetakan;
– mulai memahami bahwa pemikiran mereka bisa dituangkan dalam cetakan tertulis;
– menggunakan gambar-gambar dan ingatan untuk menceritakan atau menceritakan ulang sebuah cerita.

2. “Emerging reader”

– siap menerima instruksi untuk membaca;
– belajar bahwa teks adalah cara untuk memberitahukan sebuah cerita atau informasi;
– mulai untuk mencocokkan kata-kata yang tertulis untuk diucapkan dan menemukan hubungan antara suara dengan huruf-huruf;
– mulai bereksperimen dengan membacam dan ingin mencoba untuk mengucapkan kata-kata dengan keras ketika membaca teks-teks sederhana;
– menemukan gambar-gambar yang bisa membantu untuk memahami teks, dan belajar bahwa kata-kata menyampaikan pesan yang konsisten dengan gambar.

3. “Early reader”

– mulai lebih percaya diri dan menggunakan metode yang lebih bervariasi, misalnya, mengandalkan isyarat visual untuk mengidentifikasi kata-kata pada teks;
– mengadaptasikan apa yang mereka baca ke teks-teks yang berbeda;
– mengenali banyak kata-kata, mengetahui lebih banyak tentang membaca, dan memiliki semangat untuk mencoba membaca teks-teks baru.

4. “Fluent reader”
– berpikir bahwa membaca adalah sesuatu yang baik dan bekerja dengan otomatis;
– menggunakan metode-metode yang bervariasi untuk mengidentifikasi kata-kata dan artinya;
– dapat membaca berbagai jenis teks dan memprediksikan peristiwa yang ada dalam cerita;
– menghubungkan cerita yang ada dalam buku dengan pengalaman atau pengetahuan mereka sendiri dan menemukan sesuatu yang baru.

Mungkin akan memakan waktu untuk melalui setiap tahapan dan anak Anda mungkin membutuhkan perhatian dan dukungan untuk melewati tahapan-tahapan tersebut. Anda, sebagai orangtua, bisa membuat sebuah aturan main yang dapat membimbing anak untuk meningkatkan kemampuan membacanya hingga berhasil.

Bagaimana membantu anak dalam membaca?

Sebagai orangtua, Anda adalah guru pertama dan utama bagi mereka. Ketika Anda membantu mereka belajar membaca, maka Anda telah membuka pintu menuju dunia buku dan belajar. Membaca dengan keras untuk anak-anak adalah cara terbaik untuk menarik perhatian mereka dan menumbuhkan ketertarikan mereka dalam membaca.

Dengan bantuan orangtua, anak akan belajar bagaimana membaca dan dapat mempraktikkannya hingga mereka dapat membaca dengan kenyamanannya sendiri. Kemudian, mereka akan memiliki informasi dan pengetahuan yang luas!

Membaca dapat menjadi aktivitas keluarga. Menghabiskan waktu dengan permainan kata-kata, cerita-cerita, dan buku-buku itu akan membantu anak Anda untuk:
– mengumpulkan informasi dan belajar tentang dunia;
– belajar bagaimana cerita dan buku bekerja, bahwa buku-buku memiliki awal, akhir, karakter, dan tema-tema;
– memperkaya penguasaan kosa kata dengan membaca dan bercerita tentang kata-kata baru;
– belajar bagaimana mendengarkan dan berpikir;
– belajar bahasa lisan dan pola bahasa;
– “jatuh cinta” dengan buku.

Yang perlu diingat adalah, tahapan yang dilalui anak yang satu dengan anak lain dalam membaca berbeda. Tidak usah membandingkan antara yang satu dengan yang lainnya. Hal terpenting adalah, Anda peduli dengan kemampuan membaca anak sehingga bisa memilihkan buku dan beraktifitas bersama mereka yang bisa membantu meningkatkan kemampuannya. {Sumber}