Categories
PAUD

Mulailah dengan hal-hal berikut untuk meningkatkan perilaku anak yang lebih baik!

Jika masalah perilaku anak membuat orang tua merasa kesulitan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan terlebih dahulu. Tips berikut dapat membantu meningkatkan perilaku untuk anak menjadi lebih baik :

1. Investasikan waktu orang tua terhadap anak-anak setiap hari
Meluangkan waktu kepada anak dengan memberikan perhatian positif dan meningkatkan hubungan emosional yang anak butuhkan. Ketika anak tidak mendapatkan perhatian positif, anak akan mencari perhatian tersebut dengan cara negatif.

2. Prioritaskan waktu tidur
Jika anak-anak kekurangan waktu istirahat atau tidur, perasaan nya akan lebih sensitif seperti mudah tersinggung. Waktu tidur menjadi salah satu hal penting untuk membuat hari-hari anak dalam berkegiatan lebih teratur dan emosinya terkontrol. Anak yang cukup istirahat akan berperilaku baik sepanjang hari terutama dalam kegiatan belajar atau sekolah.

3. Fokus pada rutinitas
Buatlah catatan kegiatan atau rutinitas untuk anak setiap harinya, gunakan gambar atau kata-kata sederhana dan minta anak untuk menempel atau mencatatnya di tempat yang akan mereka lihat setiap hari misalnya meja belajar anak dan lain sebagainya. Ajak anak untuk memahami catatan tersebut dan mematuhi jadwal tersebut.

4. Ajak anak menyelesaikan masalah
Dorong anak untuk menemukan solusi atau penyelesaian masalah sendiri, hal itu akan membantu mereka menyelesaikan konflik seiring bertambahnya usia. Jika orang tua harus terlibat, orang tua tidak boleh memihak tetapi ajukan pertanyaan yang akan membantu mereka menemukan solusi yang dapat membuat semua pihak merasa nyaman.

5. Jangan mengabaikan sumber perilaku buruk
Perilaku buruk sebenarnya bukan terjadi karena diri anak itu sendiri, namun bisa saja terbentuk karena faktor eksternal baik dari keluarga ataupun lingkungannya. Maka dari itu, orang tua dapat melakukan intropeksi kembali terhadap apakah “diri sendiri” yang mungkin menjadi penyebabnya.

Ayo terapkan bersama hal-hal baik atau positif mulai dari “diri sendiri” atau orang tua untuk perkembangan tumbuh kembang anak.
Semoga blog ini bermanfaat ya!

Ikuti kami pada media sosial lainnya (Follow us on social media) :

YouTube : @balistung
Instagram : @balistung
Facebook : @balistung
Threads : @balistung
Tiktok : @balistung

#balistung #calistung #lesbaca #bimbelsd #lesbacatulis #lesonline #lesprivatdenpasar

Categories
PAUD

5 Jenis Disiplin Dasar untuk anak yang harus diketahui!

5 Jenis disiplin dasar yang harus diketahui oleh orang tua antara lain gentle discipline, boundary -based discipline, behavior modification, emotion coaching, dan positive discipline.
Ketahui sisi baik dan sisi buruk dari setiap disiplin. Dengan demikian, orang tua bisa memutuskan jenis disiplin mana yang paling sesuai untuk diterapkan dalam keluarga terutama dalam perkembangan dan pertumbuhan mendidik anak.

1. Disiplin dengan kelembutan (gentle discipline) :
Gentle discipline yaitu jenis disiplin utama yang didasarkan pada rasa saling menghormati antara orang tua dan anak. Jenis disiplin ini dapat membantu orang tua menangani perilaku buruk anak tetapi juga dapat membantu orang tua mengelola emosinya sendiri. Cara ini membantu orang tua melihat dalam jangka panjang, membantu mengatasi kekurangan keterampilan sehingga anak dapat tumbuh menjadi orang yang bertanggung jawab. Selain itu, dapat mengajarkan anak apa yang harus dilakukan, mengakui perasaan, menekankan keamanan fisik dan emosional, serta menggunakan konsekuensi positif dan negatif.

2. Disiplin dengan batasan (boundary-based discipline) :
Disiplin jenis ini menerapkan batasan-batasan yang jelas atau menunjukkan apa yang boleh dilakukan oleh anak dan apa yang diluar batasan tersebut. Jenis disiplin ini berfokus pada penetapan batasan dan menjadikan sebuah aturan menjadi jelas. Cara ini dapat dilakukan dengan tahap komunikasikan batasannya, tawarkan pilihan, gunakan konsekuensi yang logis dan juga berikan peringatan.

3. Modifkasi perilaku (behavior modification) :
Jenis disiplin ini didasarkan pada sebuah perilaku yang baik akan menghasilkan konsekuensi yang positif dan perilaku buruk akan menghasilkan konsekuensi negatif. Modifikasi perilaku melibatkan hukuman positif, hukuman negatif, penguatan positif dan penguatan negatif.

4. Pembinaan emosi (emotion coaching) :
Jenis disiplin ini berfokus mengajarkan perasaan kepada anak. Ketika anak bisa memahami perasaannya, dia akan mengungkapkannya dengan kata-kata bukan melampiaskannya dengan perilaku yang buruk. Mendengarkan anak adalah bagian penting dari pembinaan emosi. Validasi perasaan anak dan tunjukkan pada anak bahwa orang tua menerima perasaan anak. Ajak anak untuk mengembangkan solusi dari kesalahan yang mereka buat.

5. Disiplin positif (positive discipline) :
Disiplin positif didasarkan pada pujian dan dorongan. Orang tua lebih fokus mendisiplinkan anak lewat pengajaran daripada hukuman. Disiplin positif menggunakan komunikasi keluarga dan pendekatan otoritif untuk mengatasi masalah perilaku.

Semoga blog ini dapat bermanfaat ya!

Ikuti kami pada media sosial lainnya (Follow us on social media) :

YouTube : @balistung
Instagram : @balistung
Facebook : @balistung
Threads : @balistung
Tiktok : @balistung

#balistung #calistung #lesbaca #bimbelsd #lesbacatulis #lesonline #lesprivatdenpasar



Categories
Parenting Tips

Mengapa belajar dari kesalahan itu penting?

Mengapa belajar dari kesalahan itu penting?
Belajar dari kesalahan adalah bagian dari cara kita menantang diri sendiri untuk melakukan sesuatu secara berbeda. Hal ini juga menjadi bagian dari proses tumbuh kembang si kecil, belajar dari kesalahan membantu anak mengembangkan kebijaksanaan, penilaian yang baik, meningkatkan upaya serta motivasi untuk anak.

Orang tua bisa membantu anak melihat sisi positif dari membuat kesalahan dengan beberapa cara, antara lain :


1. Akui bahwa anda tidak mengharapkan mereka sempurna       
2. Biarkan anak mengetahui bahwa cinta Anda tidak bersyarat, terlepas dari kesalahan yang anak lakukan.
3. Jangan membela atau menyelamatkan anak dari kesalahan anak. Namun sebaliknya, fokuslah pada solusi atau cara menangani masalah tersebut.
4. Ajak anak untuk bertanggung jawab atas kesalahan mereka dan belajar untuk tidak menyalahkan orang lain.
5. Hindari mengungkit kesalahan yang ada di masa lalu. Namun, fokuslah pada kesalahan yang berhasil anak perbaiki.
6. Berikan pujian untuk anak atas kemampuannya mengakui kesalahan dan keberanian mereka mengatasi kesalahan.
7. Ajarkan anak tentang cara meminta maaf ketika kesalahannya telah menyakiti orang lain.
8. Bantu anak-anak melihat sisi baik dari melakukan sebuah kesalahan

Ikuti kami pada media sosial lainnya (Follow us on social media) :

YouTube : @balistung
Instagram : @balistung
Facebook : @balistung
Threads : @balistung
Tiktok : @balistung

#balistung #calistung #lesbaca #bimbelsd #lesbacatulis #lesonline #lesprivatdenpasar